6 Tingkatan Berpikir Manusia Yang Wajib Kamu Tahu: Kamu Ada di Level Berapa?

6 Tingkatan Berpikir Yang Wajib Kamu Tahu: Berpikir Dasar, Logis & Analitis, Kreatif, Kritis, Reflektif, Filosofis & Visioner. Kamu di Level Berapa?

Hi semua, Kande di sini. Hari ini aku pengen banget bahas tentang 6 Tingkatan Berpikir Manusia. Kenapa? Karena banyak orang yang hari ini tidak melakukan apa-apa untuk hidup mereka, karena mereka nggak tahu tentang konsep ini. So mari kita bahas!

Kemampuan berpikir seseorang dapat dikategorikan ke dalam beberapa tingkatan yang mencerminkan cara mereka memproses informasi, menganalisis situasi, dan mengambil keputusan. Berikut adalah tingkatan-tingkatan berpikir yang dapat membantu kita memahami cara kerja otak manusia dalam berbagai konteks.

1. Berpikir Dasar (Lower-Order Thinking)

Tingkatan ini mencakup keterampilan berpikir dasar yang melibatkan mengingat dan memahami informasi. Orang yang berada pada level ini biasanya hanya dapat menerima informasi secara apa adanya tanpa analisis lebih lanjut. Jadi maksudnya adalah tingkatan ini adalah cerminan dari kebanyakan orang di dunia ini.

  • Contoh: Menghafal fakta, mengingat informasi, atau mengikuti instruksi tanpa pertanyaan.

Sesuai dengan pembukaanku tadi, hal ini menyebabkan banyak orang yang kebingungan harus melakukan apa di dalam hidupnya, bukan karena mereka tidak mampu, tapi karena mereka bahkan tidak sadar bahwa ternyata ada tingkatan dalam berpikir. Yuk bahas tingkatan berikutnya!

2. Berpikir Logis dan Analitis

Pada tahap ini, seseorang mulai menghubungkan informasi, memahami hubungan sebab-akibat, dan membuat kesimpulan logis berdasarkan data yang tersedia.

  • Contoh: Menganalisis peristiwa berdasarkan bukti, membandingkan dua konsep, atau memahami argumen secara kritis.

Berbeda dengan tingkatan pertama yang biasanya hanya menerima informasi tanpa ada tindak lanjut pemikiran, pada tingkatan ini kamu udah jadi manusia yang lebih baik. Biasanya kamu akan suka bilang: Wah ternyata semua data soal korupsi ada di internet ya, kita aja yang selama ini gak paham dalam menganalisa dan menghubungkan titiknya. (Kidding Guys)

3. Berpikir Kreatif

Orang yang mencapai tingkat ini mampu menciptakan ide-ide baru, menemukan solusi inovatif, dan berpikir di luar kebiasaan.

  • Contoh: Mengembangkan strategi bisnis baru, menciptakan karya seni, atau menemukan solusi unik untuk sebuah masalah.

Perlu diperhatikan bahwa kemampuan di level ini bukan hanya terjadi sekali dua kali ya guys, tapi benar-benar hampir di setiap situasi kamu akan selalu menemukan sudut pandang lain dari apa yang biasanya dilihat oleh kebanyakan orang. Dan ingat dalam setiap tingkatan berpikir ini kamu juga tetap memiliki setiap kemampuan dari tingkatan di bawahnya.

4. Berpikir Kritis

Berpikir kritis melibatkan evaluasi informasi secara mendalam, mengidentifikasi bias, serta mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum mengambil keputusan.

  • Contoh: Menilai keakuratan sebuah berita, menguji validitas argumen, atau membedakan opini dari fakta.

Di bagian ini biasanya kamu akan mempertanyakan apa yang kamu baca dari tadi, kayak sambil baca tapi di dalam hati kamu bilang: Emang ia? Emangnya bener ya tulisan ini? Ah kayaknya ada yang kurang deh dari tulisan si Kande ini. Hahaha, gitulah kira-kira.

5. Berpikir Reflektif

Pada tahap ini, seseorang tidak hanya menganalisis informasi tetapi juga merefleksikan pengalaman dan belajar dari kesalahan untuk berkembang lebih baik.

  • Contoh: Merenungkan keputusan yang telah diambil, mengevaluasi hasil kerja, atau mengembangkan strategi pembelajaran diri.

Di level ini konteks berpikirmu udah lebih kompleks ya, udah melibatkan semua proses dari tingkatan sebelumnya. Tentunya ini akan membuat kamu terasa lebih banyak variable dalam berpikir, tapi tenang ini sangat pantas dilakukan agar kamu menjadi lebih dewasa dalam berpikir dan mengambil keputusan.

6. Berpikir Filosofis dan Visioner

Tingkatan tertinggi dalam kemampuan berpikir ini memungkinkan seseorang untuk mempertimbangkan konsep-konsep abstrak, membayangkan masa depan, dan memahami makna lebih dalam dari kehidupan dan eksistensi.

  • Contoh: Mengembangkan teori baru, membangun visi jangka panjang, atau memahami konsep moral dan etika secara mendalam.

Di bagian ini kamu kadang susah menjelaskan prosesnya kepada dirimu sendiri, tapi sangat mudah dan terang menyampaikan isi pikiranmu kepada orang lain. Berpikir filosofis dan visioner nggak harus melulu tentang hal besar, bahkan hal kecilpun akan kamu pertimbangkan dengan konsep-konsep abstrak yang prosesnya sangat cepat, bahkan kadang kamu nggak akan sadar bahwa prosesnya ada. Unik kan? So dari pembahasan ini kira-kira kamu ada ditahap berapa? Yuk sharing sopan di kolom komentar!

Kesimpulan

Kemampuan berpikir seseorang dapat berkembang seiring waktu dengan latihan dan pengalaman. Dan tidak kalah pentingnya adalah kemampuan berpikirmu akan semakin baik setelah kamu tahu bahwa berpikirpun ada tingkatannya. Dengan meningkatkan keterampilan berpikir dari level dasar hingga tingkat tertinggi, seseorang dapat menjadi individu yang lebih bijaksana, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.

Melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif adalah kunci untuk menghadapi dunia yang terus berkembang. Jadi, sekali lagi aku tanya di mana posisi kamu dalam tingkatan berpikir ini? 😊

Refrensi

Taksonomi Bloom (Benjamin Bloom, 1956)
Berpikir Kritis (Socrates, John Dewey, Richard Paul)
Higher-Order Thinking (HOT)
Teori Kognitif (Jean Piaget)

Suka dengan pengetahuan baru seperti ini? Coba deh baca ini:

Mengenal Dark Triad: Sifat dan Karakter Yang Ada di Hampir Semua Orang Sukses